Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Laboratorium Alam mengelola situs laboratorium monitoring kualitas air di sejumlah perairan pesisir di Indonesia. Pemantauan kualitas air di wilayah pesisir yang dilakukan secara rutin merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan pesisir dan upaya pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat mencemari dan atau merusak lingkungan pesisir. Aktivitas manusia seperti penangkapkan ikan, pertambakan, pelabuhan perikanan, dan limbah pemukiman diduga berpengaruh terhadap perubahan kondisi kualitas air di wilayah pesisir.

Salah satu lokasi pemantauan kualitas air adalah Estuari Perancak. Estuari Perancak secara geografis langsung menghadap ke Selat Bali dan berada di wilayah administrasi Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Estuari ini merupakan kawasan strategis pendukung perekonomian masyarakat, khususnya Kabupaten Jembrana. Merujuk pada Surat Keputusan Bupati Jembrana Nomor 778/DKPK/2013 tanggal 30 Desember 2013 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Jembrana, Estuari Perancak telah dicadangkan sebagai kawasan konservasi perairan dan taman pesisir. Kawasan Konservasi Perairan dan Taman Pesisir Perancak terdiri dari kawasan darat seluas 1.137,72 Ha dan kawasan laut seluas 1.165,50 Ha.

Melalui sistem pemantaun periodik ini, diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perubahan kondisi perairan dan menjadi justifikasi ilmiah dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan dan taman pesisir Perancak. Kegiatan pemantauan ini bertujuan memberikan informasi time-series terkait dengan isu-isu lingkungan berbasis pada pendekatan ekosistem terutama di Estuari Perancak. 

Harapannya, hasil pemantauan ini dapat menjadi rujukan dan bahan rekomendasi untuk pemerintah daerah Kabupaten Jembrana mengenai kondisi kualitas perairan dan status mutu air di Estuari Perancak. Status tersebut dapat menjadi dasar pengelolaan wilayah pesisir Kabupaten Jembrana, termasuk kawasan konservasi perairan dan taman pesisir Perancak.

Pemantauan Estuari Perancak dilakukan setiap bulan dari Januari hingga Desember 2018 pada sepuluh stasiun yang dibagi menjadi tiga zona. Zona I mewakili pemukiman penduduk. Zona II mewakili ekosistem mangrove dan pertambakan. Zona III mewakili ekosistem transisi laut.

Penentuan status mutu air Estuari Perancak dilakukan menggunakan metode STORET, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air. Metode ini membandingkan data kualitas air dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan peruntukannya, yaitu wisata bahari dan biota laut. Kegiatan wisata bahari meliputi semua kegiatan rekreasi atau wisata yang dilakukan di laut dan pantai, sementara biota laut yang dimaksud adalah ekosistem mangrove.

Status mutu air Estuari Perancak menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di Estuari Perancak telah berada di atas ambang batas baku mutu lingkungan, baik untuk biota maupun wisata bahari. Hasil pemantauan dan analisis data dari bulan Januari hingga Desember 2018 menunjukan bahwa parameter fisika dan biologi berada dalam kondisi memenuhi baku mutu sampai dengan cemar sedang. Parameter kimia dalam kondisi cemar berat disebagian besar bulan pemantauan, dimana konsentrasi nitrat (HNO3), ammonia (NH3), fosfat (PO4) dan oksigen terlarut (DO) memberikan kontribusi terbesar dan selalu mempunyai nilai diatas ambang batas baku mutu lingkungan. 

Kualitas perairan Estuari Perancak dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik dan proses alami. Sumber pecemar berat yang sebagian besar berasal dari pembuangan limbah rumah tangga, sisa aktivitas pertanian, pertambakan dan peternakan yang belum dilakukan secara baik terlihat dari tingginya konsentrasi HNO3, NH3, PO4 di lokasi dekat pemukiman dan pertambakan. Tingginya konsentrasi fosfat di setiap pengukuran karena adanya masukan limbah rumah tangga (sisa deterjen). Konsentrasi amonia tinggi karena di beberapa bagian pinggiran sungai digunakan untuk area peternakan sapi, babi, dan kambing serta pembuangan kotoran rumah tangga sekitar bantaran sungai. 

Hasil pemantauan berkala di Estuari Perancak dituangkan dalam bentuk buletin status mutu air yang dapat diakses melalui tautan (bpol.litbang.kkp.go.id/sidik).

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Dec
16

16.12.2019 - 31.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR