Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Partisipasi BROL dalam Seminar Nasional dan Call for paper” Pengelolaan Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken Sebagai Destinasi Wisata Laut Dunia”

Sehubungan dengan kegiatan Seminar Nasional dan Call for paper “Pengelolaan Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken Sebagai Destinasi Wisata Laut Dunia” bekerjasama antara Universitas Sam Ratulangi Manado dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, maka dari BROL juga turut berpartisipasi dalam acara tersebut yang dilaksanakan pada tanggal, 31 Agustus 2017 di Hotel Sintesa Peninsula. Adapun kegiatan ini merupakan tindaklanjut dalam proses pengelolaan TNL Bunaken yang berkelanjutan, disaat yang sama juga kami mensosialisasikan hasil penelitian kami di Taman Nasional Bunaken kepada sebagian peserta seminar berupa ringkasan dan CD.

Aktifitas selanjutnya yakni pada tanggal, 01-04 September 2017 kami (E. Elvan Ampou dan Prof. Serge Andrefouet) melakukan monitoring status terumbu karang di Pulau Bunaken terkait dengan publikasi kami : Coral mortality induced by the 2015–2016 El-Niño in Indonesia: the effect of rapid sea level fall (https://www.biogeosciences.net/14/817/2017/). Setelah dilakukan pengamatan ditemukan bahwa karang dari jenis Porites sp pada lokasi yang sama makin terkikis. Hal ini mengindikasikan bahwa karang tersebut belum pulih/recovery secara total akibat  fenomena El-nino tahun 2015-2016 sehingga terjadi surutnya air laut pada rentang waktu yang lama sehingga mengakibatkan kematian karang khususnya pada bagian permukaan yang terekspose dalam rentang waktu yang lama (proses pasang-surut yang diluar siklus normal). 

Untuk selanjutnya perlu diadakan monitoring lanjutan dan studi konektifitas dari para stakeholders  terkait baik pemerintah pusat dan daerah serta kalangan akademisi (Univeritas, Lembaga penelitian, dll). Sebagai bahan evaluasi maka diperlukan 3 pilar utama agar dalam proses pengelolaan bisa sustainable yakni: 

1. Melakukan re-Zonasi (zonasi ulang) , karena sejak ditetapakan sebagai kawasan TNL di tahun 1991, selama hampir 3 dekade belum diperbaharui. Khususnya zona inti, dari hasil pengamatan kami sudah tidak layak lagi.

2. Melakukan studi tentang SpAg (Spawning Aggregation). Sehingga dengan mengetahui tempat dimana ikan memijah, maka bisa dikatakan sebagai rekomendasi zona inti. Kemudian dilanjutkan dengan kualitas air, pemodelan arus sehingga bisa diestimasi dimana telur ikan beruaya dan membesar (rekomendasi zona pemanfaatan masyarakat) serta studi terkait lainnya.

3. Law inforcement (Penegakkan hukum). Ketika sudah ditetapkan dengan zonasi yang baru perlu adanya pengawasan dan penegakkan hukum oleh aparat/pihak pengelola kawasan tersebut.

Demikian laporan singkat ini dibuat sebagai bahan masukkan dalam proses pengelolaan TNL Bunaken khususnya dan Indonesia umumnya. 

Agenda Kegiatan

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM