Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Survei Periodik di Stasiun Monitoring Estuari Perancak sebagai Kegiatan Rutin Laboratorium Alam, BROL

Pada tanggal 17 Mei 2017, Tim Laboratorium Alam, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) melakukan survei pemantauan kondisi kualitas perairan di Stasiun Monitoring Estuari Perancak. Survei yang dilakukan secara periodik (setiap bulan) dan sudah dimulai sejak tahun 2015 ini merupakan bagian dari kegiatan Laboratorium Alam yang memiliki tujuan untuk menyediakan data dan informasi yang time-series terkait dengan isu-isu lingkungan berbasis pada pendekatan ekosistem. Survei kali ini adalah survei ke-5, untuk mewakili kondisi di Bulan Mei 2017.

Dimulai dari skala lokal, Estuari Perancak dipilih sebagai stasiun monitoring karena letaknya dekat dengan Kantor BROL dan secara geografis berada langsung menghadap ke Selat Bali. Estuari ini mendapat pengaruh dari aktivitas manusia, seperti pertambakan, aktivitas pelabuhan, dan limbah dari pemukiman penduduk. Monitoring kualitas perairan dan lingkungan di wilayah ini sangat diperlukan, sehingga gambaran perubahan kondisinya dapat diketahui secara berkesinambungan. Hal ini diperlukan sebagai justifikasi dalam rencana pengelolaan Estuari Perancak di kemudian hari, sebagai bagian dari wilayah yang akan dikembangkan menjadi taman pesisir oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana dan juga sebagai penunjang kehidupan masyarakat di sekitarnya. 

Stasiun monitoring di Estuari Perancak ini terdiri dari sepuluh fix station yang terdistribusi di dua sungai yang bermuara di Perancak, yaitu Sungai Ijo Gading dan Sungai Samblong. Penentuan titik pengukuran ini dengan mempertimbangkan keterwakilan karakteristik area, yaitu daerah muara sungai, sekitar pertambakan, sekitar hutan mangrove, dan pemukiman warga. Stasiun pengukuran terdistribusi dari hulu hingga ke muara dan diklasifikasikan pada tiga zona, yaitu hilir, tengah, dan hulu. 

Pada saat survei, tim melakukan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan multi parameter Water Quality Checker (WQC)  dan juga mengambil sampel air untuk dianalisis di Laboratorium Kualitas Perairan (LKP) - BPOL. Selain itu, tim juga melakukan pemasangan logger di dalam air yang dapat merekam suhu dan water level dengan interval waktu 1 jam, selama 1 tahun. Parameter kualitas perairan yang diukur meliputi parameter kimia (yaitu pH, DO, dan nutrien), fisika (meliputi suhu, salinitas, konduktivitas, turbiditas, Total Dissolved Solid/TDS, Total Suspended Solid/TSS, dan densitas), biologi (terdiri dari plankton dan klorofil), serta hidrodinamika (yaitu kecepatan arus). 

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan (Januari – Mei 2017), dapat disimpulkan bahwa permasalah utama yang terjadi di Estuari Perancak adalah akumulasi sampah dari aktivitas rumah tangga, erosi tanah, dan pendangkalan (sedimentasi). 

Agenda Kegiatan

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM