Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Baru – baru ini, Europen Space Agency (ESA) berhasil mengorbitkan satelit generasi terbaru ke antariksa. Tepatnya pada tanggal 7 Maret 2017 (01:49 GMT), satelit Sentinel-2B berhasil diluncurkan melalui Europe’s Spaceport Guyana, Perancis. Satelit yang dibawa oleh Roket Vega ini mengemban sebuah misi penyediaan data permukaan bumi untuk sistem pemantauan lingkungan global. Setelah mencapai orbitnya, dibutuhkan waktu beberapa hari untuk pengaturan, pemeriksaan dan kalibrasi instrumen yang dibawwa oleh Sentinel-2B. Misi ini diharapkan dapat mulai beroperasi dan mengirimkan data dalam tiga atau empat bulan ke depan.

Peluncuran satelit Sentinel-2B merupakan keberlanjutan program konstelasi yang dilakukan oleh European Union Coperninus. Sentinel-2A, telah diluncurkan pada bulan Juni 2015. Meskipun diluncurkan secara terpisah, keduanya ditempatkan pada orbit yang sama, yaitu 180°. Setiap lima hari, secara bersamaan satelit mencitra semua permukaan bumi antara garis lintang 84°S dan 84°N. Melalui sensor multi-spektral resolusi tinggi, Sentinel-2 dapat memberikan pencitraan bumi secara menyeluruh baik darat, laut maupun pemantauan atmosfer melalui kombinasi 13 band spektral. Hasil pencitraan Sentinel-2 dapat diakses secara tak berbayar. Hal yang tidak dilakukan oleh penyedia data satelit resolusi tinggi lain seperti Quickbird, Worldview, dan Ikonos. Citra optis semacam ini dijual dengan harga yang sangat mahal. Namun kehadiran Sentinel-2 memberikan peluang kepada dunia, khususnya peneliti, untuk dapat memahami berbagai fenomena baik pada bidang kelautan, pertanian, kehutanan, polusi, maupun pemetaan bencana. Pada bidang kelautan, Sentinel-2 dapat diaplikasikan analisis dinamika ekosistem pesisir sepeti: pemetaan sebaran mangrove, terumbu karang, kesuburan perairan (ocean color), dan perubahan garis pantai dalam kerangka adapatasi dan mitigasi perubahan iklim.

                                       

  Pelabuhan Perikanan Mayangan, Probolinggo hasil pencitraaan Sentinel (atas) dan Landsat 8 (bawah)  

Selain Sentinel-2, ESA juga telah meluncurkan satelit Sentinel-1 dan Sentinel-3. Sentinel-1 adalah polar orbit satelit yang membawa sensor radar untuk aplikasi daratan dan lautan. Sensor dapat mencitra baik pada siang maupaun malam tanpa terkendala cuaca (all weather). Sedangkan Sentinel-3 merupakan satelit yang membawa multi-instrumen untuk mengukur topografi permukaan laut, suhu permukaan laut dan dataran, serta ocean color. Ke depan ESA akan meluncurkan Sentinel-6, satelit radar altimeter unutk mengukur ketinggian permukaan laut global yang ditujukan untuk aplikasi oseanografi operasional dan studi iklim.

Kombinasi data citra Sentinel-1, Sentinel-2 dan Sentinel-3 sangat potesial untuk mendukung kegiatan penelitian maupun operasional yang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Observasi Laut ke depan. Data radar Sentinel-1 dapat digunakan sebagai komplementer dalam kegiatan marine surveillance (vessel detection dan oil-slick monitoring). Sementara untuk monitoring dinamika ekosistem pesisir dan coastal zone management bisa menggunakan data optis yang dihasilkan oleh Sentinel-2. Sedangkan data Sentinel-3 dapat dijadikan alternatif sumber data untuk penentuan daerah penangkapan ikan, selain yang sudah ada saat ini (MODIS, VIIRS, dan Landsat 8).

Beragam produk yang telah dihasilkan oleh setiap misi Sentinel (Sentinel-1, Sentinel-2, dan Sentinel-3) dapat diakses dan diunduh secara gratis melalui portal Copernicus Open Access Hub atau Land Viewer

Penulis :

Eko Susilo

Agenda Kegiatan

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM