Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Badung (27/05). Teknologi satelit radar yang dapat mengobservasi suatu wilayah perairan tanpa dipengaruhi tutupan awan dan tidak bergantung pada waktu observasi (kualitas data siang dan malam sama) menjadi pilihan utama untuk mendukung Maritime Domain Awareness (MDA) dibandingkan dengan teknologi satelit optis. Data radar mampu mendeteksi adanya kejadian tumpahan minyak dan sebaran kapal dengan cakupan wilayah yang luas sehingga dapat membantu sistem pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan saat ini.

Penyediaan data satelit radar yang cepat dan akurat dalam mendukung pengawasan laut, perencanaan kawasan pesisir, dan kebencanaan dilakukan oleh Bali Radar Ground Receiving Station (BARATA). BARATA sebagai satu-satunya pusat operasi pengawasan kelautan di Indonesia yang dilengkapi fasilitas ground station untuk dapat menerima data radar secara langsung dari satelit Radarsat-2 dan COSMO-SkyMed. Fasilitas ini merupakan infrastruktur canggih dan modern terdiri dari berbagai sistem terintegrasi dalam satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Semua sistem baik perangkat lunak dan keras harus berfungsi dengan baik dalam suatu rantai proses operasionalisasi meliputi proses pemesanan citra, akuisisi, pengolahan dan analisis, integrasi dalam database data, dan pendistribusian informasi hasil analisisnya.

Sejak beroperasi dari tahun 2018, pemanfaatan data satelit radar yang dihasilkan oleh BARATA adalah untuk pemantauan aktivitas kapal penangkap ikan ilegal dan mendeteksi daerah sebaran terdampak tumpahan minyak. Pemantauan dari data satelit radar dapat berpotensi digunakan untuk merencanakan tata ruang pesisir dan menentukan wilayah terdampak akibat bencana. Misalnya data satelit radar dapat digunakan untuk identifikasi luasan dan sebaran tambak di pesisir beserta dengan kondisinya, identifikasi kerentanan kawasan pesisir melalui pemantauan perubahan garis pantai, dan identifikasi sebaran wilayah terdampak banjir pasang surut (rob air laut) atau dampak akibat kejadian bencana alam. Untuk meningkatkan kebermanfaatan data satelit radar BARATA, maka diperlukan sinergi dengan pihak pengguna atau stakeholder.

Hal tersebut selaras dengan program prioritas MKP 2021-2024. Mendukung hal tersebut, BROL menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder terkait di Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road pada 27 Mei lalu. 

FGD dibuka oleh Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc., Kepala Pusat Riset Kelautan dengan tujuan menginformasikan secara komprehensif kepada pengguna atau stakeholder di bidang kelautan dan perikanan mengenai sistem operasionalisasi dan produk yang dihasilkan BARATA serta mengidentifikasi kebutuhan pemanfaatan data satelit radar dari pengguna atau stakeholder.

“Kami berharap informasi mengenai keunggulan dan manfaat dari produk BARATA bagi pengguna atau stakeholder di bidang kelautan dan perikanan dapat tersampaikan secara komprehensif dan kami dapat mengidentifikasi peluang kerja sama dengan para stakeholder. Tak kalah penting ialah kami berharap dapat memperoleh respon balik dari pengguna produk BARATA sebagai acuan dalam peningkatan kinerja operasional BARATA,” ungkap Romy Ardianto, Kepala Laboratorium BARATA. 

“Perencanaan kawasan pesisir menjadi aspek penting dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Pemantauan dari data satelit radar dapat digunakan untuk merencanakan tata ruang pesisir dan menentukan wilayah terdampak akibat bencana. Beberapa pemanfaatan data radar untuk perencanaan kawasan pesisir dapat dilakukan misalnya untuk identifikasi luasan dan sebaran tambak di pesisir beserta dengan kondisinya; identifikasi kerentanan kawasan pesisir melalui pemantauan perubahan garis pantai; dan identifikasi sebaran wilayah terdampak banjir pasang surut (rob air laut) atau dampak akibat kejadian bencana alam,” tambah Romy. 

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Teja Arief Wibawa, S.Pi., M.Si., Kepala  Balai Riset dan Observasi Laut, menuturkan bahwa saat ini BARATA sudah mendukung penyediaan data untuk beberapa stakeholder, yaitu PSDKP, Satgas 115, BLHD Kepri, dan Ditjen PRL.

“Tahun 2021 ini, kami menyediakan 350 scene data radar secara realtime untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan. Sebagai tindak lanjut dari FGD ini, perlu adanya perencanaan pemanfaatan data BARATA bersama stakeholder baik dari internal KKP maupun eksternal. BROL secara umum siap mendukung program dari stakeholder terkait blue economy dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan lainnya,” kata Teja.

 

Agenda Kegiatan

May
5

05.05.2021 - 31.12.2021

May
5

05.05.2021 - 31.12.2021

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR