Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Gianyar (13/03). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Perencanaan Tata Ruang Laut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada Rabu, 11 Maret 2020, di ruang rapat kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kabupaten Gianyar, Bali. 

Mewakili Balai Riset dan Observasi Laut, Nuryani Widagti, M.Si. (Peneliti) dan I Nyoman Surana (Teknisi Litkayasa) aktif mengikuti kegiatan ini bersama undangan lainnya yang merupakan perwakilan dari instansi perangkat daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Klungkung (DKP Provinsi Bali, Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Kabupaten Klungkung, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Dinas ATR/BPN Kabupaten Klungkung, Kanwil BPN Kabupaten Klungkung, dan UPTD Kawasan Konservasi Perairan Bali); Kepolisian (Satuan Polisi Air Provinsi Bali dan Kabupaten Klungkung); Akademisi (Universitas Warmadewa); Lembaga Swadaya Masyarakat (WWF dan CTC); Pemerintah Desa (Perbekel Toyapakeh dan Jungutbatu); serta Organisasi atau Kelompok Masyarakat (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Bali). 

FGD diawali dengan sambutan selamat datang dari Kepala BPSPL Denpasar sebagai tuan rumah, diwakili oleh Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian, Muhammad Barmawi, M.Sc. Selanjutnya acara dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Kelautan, Ir. I Ketut Astari, M.Si. 

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penyusunan RZ KSNT merupakan mandat dari UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan dan Peraturan Pemerintah No. 62 Tahun 2010 tentang pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT). Pulau Nusa Penida merupakan salah satu dari 111 pulau-pulau kecil yang telah ditetapkan sebagai pulau terluar dalam Keputusan Presiden RI No. 6 Tahun 2017. Penyusunan RZ KSNT Pulau Nusa Penida diharapkan dapat mendukung pembangunan dan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar secara terpadu untuk menningkatkan pertahanan dan keamanan, pelestarian lingkungan, dan sosial ekonomi masyarakat.

Narasumber yang dihadirkan pada FGD ini adalah:

  1. Dr. Ir. I Ketut Sudiarta, M. Si., yang merupakan dosen program studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, menyampaikan materi tentang potensi dan isu-isu strategis di perairan sekitar pulau Nusa Penida

  2. Arief Sudianto, S. Si., M.T., M. Sc. (Kepala Seksi Kawasan Strategis Nasional Tertentu, Dit. Perencanaan Ruang Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan), menyampaikan urgensi penyusunan RZ KSNT Pulau Nusa Penida.

Secara umum, dalam paparannya Dr. Ir. I Ketut Sudiarta, M. Si. menyampaikan kondisi eksisting dan isu-isu strategis yang ada di pulau Nusa Penida, yang dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan RZ KSNT pulau tersebut. Saat ini, terdapat berbagai isu-isu strategis di Nusa Penida, diantaranya:

  • Daya dukung wilayah pariwisata berkelanjutan
  • Industri wisata bahari belum optimal sebagai instrumen pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) yang efektif
  • Pengelolaan KKP Nusa Penida belum optimal untuk mewujudkan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan
  • Nusa Penida sebagai salah satu kantong kemiskinan di Bali
  • Rendahnya aksesibilitas dan koneksi internal/eksternal
  • Perubahan iklim
  • Tingginya insiden kecelakaan laut dan wisata
  • Tempat akumulasi sampah laut pada musim barat (terutama di daerah Nyedok).

Berkaitan dengan urgensi penyusunan RZ KNST Pulau Nusa Penida, narasumber kedua, Arief Sudianto, S. Si., M.T., M. Sc., menyampaikan seperti yang telah disebutkan oleh Kepala DKP Provinsi Bali dalam sambutannya bahwa penyusunan rencana zonasi ini merupakan amanat dari UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan Pasal 43 ayat (4) dan Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Pasal 4.

Beliau juga menyampaikan bahwa pendekatan pemanfaatan Pulau Nusa Penida ini adalah isu pertahanan dan keamanan, lingkungan hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Ada kepentingan pemerintah pusat yang harus “hadir” dalam pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, termasuk di Nusa Penida ini. Perencanaan zonasi KSNT dilakukan oleh pemerintah pusat, namun pengelolaannya tetap dilakukan secara sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, disesuaikan dengan kewenangannya masing-masing dan tentunya dengan melibatkan masyarakat.

Mengingat banyaknya pulau-pulau kecil terluar yang perlu disusun rencana zonasinya (111 pulau), strategi yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang dan Laut adalah dengan sistem clustering, yaitu rencana zonasi tidak dibuat per pulau, namun beberapa pulau yang connecting up. Nusa Penida tidak memiliki koneksi dengan pulau kecil terluar lainnya, sehingga akan menghasilkan rencana zonasi dan Peraturan Menteri tersendiri.

Tema KSNT Pulau Nusa Penida ini berfokus pada konservasi dan wisata bahari. Pada akhir paparan, Arief Sudianto menekankan bahwa kekuatan Peraturan Menteri yang ditetapkan untuk pulau-pulau kecil terluar nantinya, bukan terletak pada peta yang dihasilkan, namun pada indikasi program yang selanjutnya akan ditentukan.

Hasil sesi diskusi, tercatat poin-poin penting yang perlu mendapat perhatian dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RZ KSNT Nusa Penida, yaitu:

  • Mengingat terdapat rencana zonasi lainnya yang telah dan sedang disusun, maka perlu dilakukan sinkronisasi dengan kebijakan terkait, terutama dengan RZWP-3-K dan RTRW/RDTR, juga dengan program atau kegiatan dari K/L lain
  • Batas wilayah perencanaan zonasi KSNT Nusa Penida meliputi perairan sekitar Nusa Penida sampai dengan batas laut teritorial, dengan wilayah perairan antara Nusa Penida dan Nusa Ceningan dibagi 2 (dua) dengan jarak yang sama
  • Pemerintah Kabupaten Klungkung mengusulkan, agar wilayah perencanaan KSNT Nusa Penida diintegrasikan sebagai satu kawasan dengan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan
  • Pengembangan Nusa Penida kedepannya agar selalu memperhatikan prinsip-prinsip kearifan lokal dan kelembagaan masyarakat adat di pesisir
  • Pariwisata di Nusa Penida agar dikembangkan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung, serta dihubungkan dengan pariwisata di Klungkung daratan
  • Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida tetap dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, sesuai dengan Keputusan MenteriKelautan dan Perikanan No. 90 Tahun 2018 tentang Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida di Provinsi Bali
  • Rencana pola ruang  dalam RZ KSNT Pulau Nusa Penida akan menyesuaikan dengan rencana alokasi ruang dalam RZWP-3-K Provinsi Bali
  • Akan ditambahkan indikasi program untuk pengembangan pulau Nusa Penida selama 20 tahun kedepan terutama perlindungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. 

Survei Lapangan di Pulau Nusa Penida

Survei lapangan bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghimpun data dukung dalam penyusunan RZ KSNT Pulau Nusa Penida. Kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran kondisi kualitas perairan dan daratan pulau Nusa Penida. Survei ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu pada 12-13 Maret 2020, dengan melibatkan 9 (sembilan) personil yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu  tim darat (3 orang) dan laut (6 orang). Tim darat bertugas melakukan pengambilan informasi kondisi daratan Nusa Penida menggunakan drone, sementara tim laut melakukan pengukuran kualitas air menggunakan multi parameter water quality checker milik Laboratorium Kualitas Perairan (LKP) Balai Riset dan Observasi Laut (BROL). 

Sejumlah 29 titik pengukuran yang tersebar di seluruh perairan Nusa Penida dan sekitarnya berhasil diukur parameter kualitas perairannya, yang terdiri dari parameter fisik (suhu dan turbiditas), kimia (pH, oksigen terlarut atau DO, dan salinitas), serta biologi (klorofil). Data ini selanjutnya akan digunakan sebagai data dukung dan untuk validasi data citra satelit yang digunakan dalam penyusunan RZ KSNT Pulau Nusa Penida.

“Pada penyusunan RZ KSNT Pulau Nusa Penida ini, BROL tidak hanya dilibatkan dalam FGD dan survei lapangan, namun juga memberikan konstribusi data dan informasi hasil penelitian terkait dengan kondisi oseanografi, ekosistem pesisir, dan potensi perikanan (fishing ground) di wilayah Nusa Penida dan sekitarnya,” Kata Nuryani.

 

Agenda Kegiatan

Jan
4

04.01.2021 - 31.03.2021

Jan
4

04.01.2021 - 31.03.2021

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR