Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Denpasar (22/01). Saat pembukaan, I Nyoman Radiarta, Kepala Balai Riset dan Observasi Laut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Beliau memberikan gambaran ringkas mengenai latar belakang dan tujuan penyelenggaraan pelatihan ini, utamanya memperkenalkan teknologi Anti-Spoofing yang dikembangan oleh Center for Spatial Information Science (CSIS), Tokyo University.

Penyelengaraan "Short Training on Fishing Vessel Monitoring and Management with Anti-Spoofing Capability" merupakan bentuk kegiatan lanjutan pada kegiatan sebelumnya antara Balai Riset dan Observasi Laut bekerja sama dengan CSIS Tokyo University. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (22/01) di Aula Thunnus, Loka Riset Perikanan Tuna, Benoa. 

Selain Balai Riset dan Observasi Laut, kegiatan juga dihadiri peserta dari berbagai latar belakang, meliputi: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan; Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar; Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Benoa; Yayasan LINI; dan Universitas Trunojoyo.

Sebagai narasumber, Dinesh Manandhar, menyampaikan materi pelatihan dengan sangat baik mulai dari teori dan cara kerja Global Navigation Satellite System (GNSS) hingga celah kelemahannya yang dapat disalahgunakan untuk mengacaukan penerimaan posisi suatu objek, yang dikenal dengan spoofing. Adapun materi selengkapnya mencakup hal-hal berikut ini:

  • GNSS Introduction
  • GNSS Spoofing Issues
  • Demonstration of GNSS anti-spoofing issues
  • Demonstration of GNSS low-cost high-accuracy systems

Eko Susilo, salah satu Peneliti BROL yang mengikuti pelatihan menuturkan, “Peserta pelatihan cukup antusias, khususnya perwakilan dari Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Benoa. Sejumlah pertanyaan dilontarkan, khususnya hubungan aktivitas spoofing dengan pengawasan kapal melalui sistem VMS di PSDKP itu sendiri”.

“Namun karena teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum dapat dikomersialisasikan ke pasar. Masih diperlukan penelitian yang lebih tajam untuk bisa diterapkan di lapangan, khususnya untuk melengkapi sistem VMS yang telah ada saat ini, sehingga perlu adanya pilot project yang konkret terkait potensi pemanfaatan teknologi Anti-Spoofing dalam proses pengawasan SDKP di perairan Indonesia juga dirasa perlu mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan untuk memperkenalkan teknologi Anti-Spoofing ini”, tambah Eko. 

 

Agenda Kegiatan

No events found

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR