Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Jembrana (29/10). Karya intelektual yang telah diciptakan atau dihasilkan manusia memerlukan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya. Hal tersebut merupakan konsep dasar dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Adanya HKI menjadi perlindungan hukum bagi kekayaan kreativitas intelektual yang dihasilkan oleh seseorang yang bertujuan untuk mendorong dan menumbuhkembangkan semangat terus berkarya.

Memasuki era internet of things, perkembangan atas suatu temuan dapat berubah dengan cepat, banyak hal yang patut menjadi perhatian kewaspadaan, salah satunya ialah hasil riset. Tak dapat dipungkiri, kemudahan berselancar di dunia maya menjadi ancaman timbulnya tindakan duplikat. Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) memasang strategi guna menghindari ancaman tersebut dengan pengusulan HKI atas peluang yang ada. 

Rais Rozali, M.H., dari Sekretariat Sentra Kekayaan Intelektual, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam kunjungan kerjanya ke Bali, berhasil ditemui oleh tim Pengembangan Riset BROL di hotel Royal Banyuwangi pada (30/10) lalu. Pada kesempatan tersebut telah berlangsung diskusi teknis terkait pengusulan HKI yang ditindaklanjuti dengan coaching clinic pengusulan HKI BROL pada hari ini (29/10) di Ruang Rapat Gedung Utama BROL. 

“Kami mengidentifikasi bahwa terdapat beberapa peluang HKI yang telah dimiliki oleh BROL, diantaranya terkait dengan Hak Cipta dan Hak Paten. Kami berharap BROL segera mengusulkannya agar terlindung dari pelanggaran intelektual berupa plagiarisme ataupun pemanfaatan komersial lainnya”, kata Rais.

Coaching clinic diikuti oleh seluruh peneliti dan perwakilan masing-masing laboratorium riset kelautan BROL dan berjalan antusias. 

“Secara spesifik bagi BROL, pengusulan HKI ini merupakan salah satu indikator kinerja atas alokasi anggaran yang telah diberikan oleh negara dan kredit penilaian Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada bidang Research & Development Capacity (RDC)”, ungkap Dr. I Nyoman Radiarta, Kepala BROL.

“Dimulainya persiapan pengusulan HKI BROL ialah dengan sosialisasi dan identifikasi HKI internal BROL; Penyusunan dokumen hasil identifikasi dan pengumpulan data dukung; validasi dan verifikasi dokumen HKI oleh Sentra Kekayaan Intelektual KKP; dan hasil validasi verifikasi akan dijadikan dokumen HKI yang akan dikirim ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia”, tambah Radiarta. 

Sebelumnya, di tahun 2012 BROL telah mendapatkan pengakuan paten sederhana atas produk bioreeftek, dengan penemu peneliti BROL,  Dr. Elvan Ampou. Paten tersebut berlaku selama 20 tahun. Tahun ini diharapkan setidaknya ada 2 produk hasil riset yang bisa diajukan HKI nya. 

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

No events found

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR