Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Gianyar (05/08). BROL selenggarakan Bakti Inovasi Teknologi (BIT) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2019 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang menjadi momentum strategis bagi penghiliran produk unggulan hasil riset. Acara yang merupakan rangkaian kegiatan Inovasi Bahari 2019 ini, juga sebagai wujud kepedulian BROL bagi masyarakat pesisir. Produk unggulan hasil riset BROL diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjaga keseimbangan ekosistem sehingga menjamin keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Seremonial pembukaan BIT 2019 dipandu oleh Pengelola Layanan Kehumasan BROL, Afriza Aziz, S.Kel. Sambutan selamat datang oleh Bupati Kabupaten Gianyar diwakili oleh Asisten II Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar, Drs. I Made Suradnya, M.Si. 

“Selamat datang di Kabupaten Gianyar yang mempunyai pantai sepanjang 14,30 km2, terbentang dari Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar hingga pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Kita memiliki potensi sumber daya perikanan tangkap dengan 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan anggota sebanyak 771 orang. Sesuai survei potensi produksi lestari, ketersediaan sumber daya pesisir dan laut di Kabupaten Gianyar sebenarnya belum dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal”, sambutnya.

“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih atas kerja sama para pihak yang telah berupaya mendukung visi dan misi kami di pemerintahan Kabupaten Gianyar, dalam mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat yang dapat memberikan dampak baik bagi semua”, tambah Suradnya. 

Sambutan pengantar disampaikan Kepala Subdirektorat Penjaminan Mutu dan Penilaian Kinerja Lembaga Litbang – Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan – Kementerian Ristekdikti, Galuh Endah Palupi, S.T., M.M. Beliau mengatakan, “Kegiatan Bakti Inovasi Teknologi ini merupakan wujud pengembangan hasil riset sebagai inovasi untuk meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Selain BROL, beberapa lembaga riset lainnya yang tergabung dalam landasan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) juga akan melakukan kegiatan serupa, seperti Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan - Gondol, dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao - Jember”.

“Melalui kesempatan ini kami juga mengundang Bapak Ibu sekalian untuk dapat hadir pada RITECH Expo yang akan berlangsung pada (25/08) hingga (28/08) mendatang di Lapangan Puputan, Denpasar”, tambah Galuh. 

Pembukaan acara secara resmi disampaikan Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA. Beliau menuturkan “Kami mengucapkan selamat kepada Kemenristekdikti atas pencapaiannya pada beberapa waktu lalu terkait sah dan berlakunya Undang-undang Sistem Nasional IPTEK yang berfungsi mengintegrasikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan penelitian dari seluruh lembaga riset yang ada di Indonesia”.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi apik dalam kegiatan Bakti Inovasi Teknologi ini. Riset kami telah melahirkan Aplikasi berbasis android berisi informasi lokasi ikan (baca: Laut Nusantara) yang khusus dikembangkan untuk membantu nelayan Indonesia. Sudah disosialisasikan di beberapa tempat dan Bali sudah semua. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi perwujudan dari upaya kita untuk mendukung Sustainable Development Goals”, tambah Aryo. 

Usai sambutan, agenda kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penyerahan replika Bioreeftek kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar dan distribusi aplikasi Laut Nusantara kepada tiap perwakilan nelayan dari kabupaten pesisir se-Bali yang menandakan sosialisasi Bioreeftek dan Laut Nusantara resmi dilakukan. 

Kelas pelatihan pembuatan Bioreeftek dipandu oleh Inventor Bioreeftek, Dr. Eghbert Elvan Ampou. Beliau menuturkan, “Bioreeftek adalah terumbu karang buatan ramah lingkungan sebagai metode non-destruktif untuk rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Bioreeftek dibuat dengan bahan utama tempurung kelapa sebagai media penempelan larva planula karang secara alami. Selain murah, bahan utamanya juga banyak terdapat di kawasan pesisir Indonesia yang selama ini belum banyak dimanfaatkan serta relatif sangat mudah dalam pembuatannya”

“Tahun 2012 lalu, Bioreeftek mendapatkan paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumkam). Tahun 2013 memperoleh meraih tanda jasa satyalancana wirakarya dari Presiden RI, serta di tahun 2015, Bioreeftek mendapatkan penghargaan sebagai karya unggulan teknologi anak bangsa dari Menteri Ristekdikti dan penghargaan inovator dari Menteri Kelautan dan Perikanan”, tambah Elvan.

Kami telah berikan pelatihan pembuatan Bioreeftek dan distribusi aplikasi Laut Nusantara kepada perwakilan nelayan seluruh Kabupaten pesisir di Bali. Laut Nusantara merupakan bentuk distribusi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) dalam aplikasi berbasis android. Kami ingin menggandeng masyarakat pesisir untuk turut berkembang seiring laju teknologi yang sudah memasuki revolusi industri 4.0. Sudah saatnya bagi kita untuk siap bertransformasi memasuki era digital", kata Dr. I Nyoman Radiarta, kepala BROL.

“Diluncurkan sejak tahun lalu, akhir agustus nanti, Laut Nusantara sudah memasuki versi ketiga. Versi ini merupakan versi terbaik dari sebelumnya. Terus bantu kami dengan memberikan respon balik guna pengembangan yang lebih baik lagi”, tambah Radiarta. 

 

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Dec
16

16.12.2019 - 31.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR