Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Jembrana, 29 Agustus 2019. Berbagai inovasi diciptakan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sebagai pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, salah satunya adalah inovasi teknologi digital. Dengan kemajuan teknologi saat ini yang mengusung era industrialisasi 4.0 memberikan khazanah baru bagi pengembangan kegiatan kelautan dan perikanan, sehingga diharapkan dapat membantu menjawab tantangan kemajuan kelautan dan perikanan kedepan. 

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) melalui landasan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) “Sistem Prediksi Kelautan” menghasilkan produk-produk unggulan, diantaranya Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI), data dan informasi hasil observasi dan pemodelan karakteristik oseanografi laut, status mutu estuari, sistem pemantauan mangrove, dan terumbu karang (termasuk terumbu buatan-Bioreeftek). Melalui berbagai platform, BROL telah menyebarluaskan produk unggulan tersebut untuk memudahkan akses pengguna darimanapun berada, seperti pengembangan Sistem Prediksi Kelautan-SIDIK (web-based platform) dan Aplikasi Laut Nusantara (android platform). SIDIK telah memberikan akses informasi terkait kondisi kelautan dan perikanan meliputi: peta prakiraan daerah penangkapan ikan, karakteristik oseanografi, dan kondisi ekosistem pesisir. Kali ini, melalui event Inovasi Bahari, dengan mengusung tema ”Transformasi Budaya Maritim Melalui Inovasi Teknologi Digital”, BROL meluncurkan berbagai produk unggulan hasil riset berbasis teknologi digital kepada stakeholder

Hadir dalam acara tersebut antara lain Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA;  Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph. D, FRINA, Kepala Pusat Riset Kelautan (PUSRISKEL), Drs. Riyanto Basuki, M.Si., dan Bupati Kabupaten Jembrana I Putu Artha S.E., M.M. Sementara itu, mewakili XL Axiata, hadir Direktur Teknologi , Yessie D. Yosetya dan Group Head East Region, Mochamad Imam Mualim.

Kepala BROL, Dr. I Nyoman Radiarta menyatakan, “Dalam Inovasi Bahari tahun ini kami meluncurkan berbagai produk unggulan hasil riset berbasis teknologi digital. Ajang Inovasi Bahari ini menjadi momentum dan sarana untuk memberikan kontribusi kepada upaya peningkatan kesejahteraan nelayan Indonesia, terutama untuk mendorong transformasi budaya maritim melalui inovasi teknologi digital.”

Salah satu produk unggulan yang diluncurkan pada Inovasi Bahari adalah Laut Nusantara Fase ke-3.  Aplikasi berbasis android ini merupakan produk hasil kerja sama antara BROL dengan XL Axiata yang saat ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15 ribu pengguna. Pada fase ke-3 ini, fitur yang paling baru adalah navigasi ke titik tangkapan ikan. Fitur ini seperti penunjuk jalan yang aman menuju lokasi ikan dengan mempertimbangkan antara lain keberadaan karang dan berbagai penghalang di laut. Fitur ini akan sangat berguna bagi nelayan yang melakukan pekerjaannya di malam hari yang gelap dan tidak semua karang atau pulau kecil dilengkapi dengan mercusuar. Dengan menggunakan fitur ini, sebelum berangkat nelayan juga akan bisa memperhitungkan jarak tempuh yang kemudian bisa memperhitungkan kebutuhan BBM. Persediaan BBM saat di tengah laut sangat penting. Selain akan bisa mendukung usaha menangkap ikan,  persediaan BBM juga menyangkut keselamatan karena perubahan cuaca di laut juga bisa terjadi sangat cepat. BBM yang mencukupi akan bisa memungkinkan seorang nelayan menghindari cuaca buruk yang mengancam keselamatannya.

Fitur baru selanjutnya adalah panggilan darurat. Dengan fitur ini, seorang nelayan bisa mengirimkan informasi kondisi darurat atau SOS yang dihadapinya kepada admin Laut Nusantara melalui fitur chat. Admin Laut Nusantara selanjutnya akan meneruskan informasi ini kepada pihak berwenang dalam keselamatan di laut, juga kepada nelayan lain yang ada di sekitar lokasi. Fitur-fitur lainnya berupa tanya jawab mengenai hal-hal yang paling sering ditanyakan dalam penggunaan aplikasi Laut Nusantara, satelit view, serta review dari nelayan mengenai akurasi data lokasi keberadaan ikan.

Selain Aplikasi Laut Nusantara, juga diluncurkan Sistem Prediksi Kelautan (SIDIK) Fase 2: Observation & Modelling Information System (OMIS); Sistem Manajemen Laboratorium Kualitas Perairan (SIMANTAP); dan High Performance Computing (HPC) Cluster

Tak ketinggalan, sinergi antar lembaga diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dengan berbagai stakeholder, antara lain dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Kartanegara, PUSTEKDATA LAPAN, Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), dan Mangrove Nusantara.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini BROL memberikan Inovasi Bahari Award sebagai bentuk apresiasi terhadap stakeholder, dengan beberapa kategori, yaitu: Social Media Darling yang diperoleh Gusti Irsan Permana; Instansi Pemerintah Terinovatif yang diperoleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah; dan Stakeholder Suportif yang diperoleh Rustam Adji, nelayan Banyuwangi. 

Dengan adanya event Inovasi Bahari ini, diharapkan produk hasil riset BROL melalui teknologi digital sebagai perwujudan industrialisasi 4.0 dapat dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama nelayan Indonesia. 

 

Kontak lebih lanjut:

Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc. (Kepala BROL)

081 319 022 210

 

Afriza Aziz, S.Kel. (Pengelola Layanan Kehumasan BROL)

087 888 999 135

UNDUH SIARAN PERS

 

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

No events found

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR