Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Jembrana (04/07). Memasuki semester II Tahun 2019, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL)menerima kunjungan dari Monarch Cruise Line and Hospitality Training Centre, Bali. Tak jauh berbeda dengan kunjungan sebelumnya pada (09/01) lalu, Monarch Bali kampus Negara dan BROL kembali mengadakan Mangrove Clean Up sebagai bagian dari kegiatan Bright Characters Building (BCB), rangkaian proses penerimaan calon peserta didik baru semester ganjil 2019.

“Kami senang dapat melakukan kegiatan ini kembali. Selain sebagai wadah untuk Community Services, kegiatan ini telah menjadi wujud kepedulian kami juga, kebetulan kampus kami berada di dekat sini. Kedepannya, kami akan terus menggandeng BROL untuk kegiatan ini”, ungkap I Gusti Ketut Astika, Asisten Direktur Monarch Bali. 

Mangrove Clean Up ini diikuti oleh sekitar 200 orang yang terdiri dari peserta didik baru semester ganjil tahun ajaran 2019/2020, senat, dan tim pengajar Monarch Bali kampus Negara. Kegiatan diawali dengan pengenalan ekosistem mangrove oleh Peneliti BROL, Nuryani Widagti, S.Hut., M.Si., di Aula Gedung Observasi Laut Nasional.

“Mengawali presentasi, saya tadi sempat bertanya dan ternyata tak banyak yang tau mengenai pentingnya ekosistem mangrove. Mungkin ini hal baru bagi mereka, sering melihat tapi belum mengenal dekat. Namun, semua peserta sudah tau dampak buruk dari sampah anorganik terhadap lingkungan”, kata Nuryani.

“Semua peserta kami imbau untuk turut andil dalam menjaga ekosistem mangrove di area Estuari Perancak ini. Selain sebagai warga lokal, mereka adalah agen perubahan yang dapat menyampaikan imbauan ini kepada lingkungan terdekat mereka. Harapan kami, semoga semakin banyak orang yang peduli sehingga dampak buruk lanjutannya dapat terminimalisir”, tambahnya. 

Sampah anorganik (non-biodegradable) yang berhasil dikumpulkan dari Mangrove Clean Up kali ini ialah sebanyak 767 Kg. Rekor terbanyak sejauh ini. Dari kegiatan ini, banyak peserta heran dan menyesalkan mengapa banyak sekali sampah plastik ditemukan di hutan mangrove tersebut. 

“Pada saat air pasang, area mangrove di sini acap kali mendapat kiriman sampah yang terbawa aliran sungai di sekitarnya dan sampah tersebut nyangkut di akar mangrove. Keberadaannyamembahayakan ekosistem, terlebih jika terendap di ekosistem pesisir ataupun terbawa ke lautan”, kata Afriza Aziz, S.Kel., Koordinator lapangan.

Secara umum, sampah tersebut berasal dari limbah rumah tangga. Warga sekitar yang rasa kepeduliannya masih rendah menjadi salah satu aktor penyumbang sampah tersebut. 

Delapan mahasiswa asal Universitas Brawijaya yang sedang melakukan kegiatan magang di BROL juga turut berpartisipasi menjadi peserta dalam kegiatan ini.

“Saya baru tau ternyata ada banyak sampah di dalam hutan mangrove BROL ini. Saya kaget sih begitu tau di sela akarnya ada banyak sampah plastik”, ungkap Reza Abuddin Al Izzi, mahasiswa magang. 

“Semoga kedepannya tidak terjadi lagi dan masyarakat pun dapat bekerja sama baik dalam menindaklanjuti perbuatan tak terpuji ini. Ayo kita mulai dengan membuang sampah pada tempatnya, memilahnya, mengolahnya menjadi barang multiguna, mengurangi penggunaan sampah anorganik dalam kegiatan sehari-hari, dan dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga”, tambahnya.

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Dec
16

16.12.2019 - 31.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR