Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Dok. https://www.indopos.co.id

 

Dampak dari reklamasi di Teluk Utara Jakarta berdampak secara signifikan terhadap perkembangan hutan mangrove. Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Frida Sidik mengatakan, kondisi mangrove di Jakarta sudah sangat kritis.

Namun demikian, menurutnya masih ada peluang untuk diperbaiki. ”Sebelum ada perambahan reklamasi, awalnya Teluk Jakarta adalah hutan Mangrove. Jadi kalau untuk dikembalikan lagi itu tidak sulit,” ujar Frida kepada INDOPOS, Rabu (19/6/2019).

Upaya tersebut, menurutnya tentu bergantung pada kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan restorasi hutan mangrove. Tentu juga didukung oleh masyarakat di sekitar Teluk Jakarta. Dengan lebih banyak melakukan konservasi dan restorasi. ”Jangan disalahfungsikan lagi hutan magrove itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, hutan mangrove berfungsi untuk menyerap air dan mencegah abrasi akibat gelombang air laut. Sehingga bisa mengendalikan banjir yang disebabkan oleh rob air laut. Namun, menurutnya itu tidak bisa dilakukan satu atau dua tahun. Karena, itu semua berkaitan dengan alam. ”Untuk kondisi di Jakarta ini bisa lebih dari lima tahun. Tentu kita harus petakan dan harus ada perbaikan tata ruang Teluk Jakarta,” bebernya.

Lebih jauh, Frida menyebutkan, fungsi hutan mangrove sangat baik untuk perikanan. Selain itu untuk menjadi proteksi pantai dan menyerap karbon, yang menghasilkan udara lebih sehat. ”Mangrove juga membantu perubahan iklim,” ucapnya.

Frida menuturkan, mangrove sangat bergantung pada proses sedimentasi yang terjadi di bibir pantai. Tapi itu pun tidak boleh terlalu besar. Karena dampaknya bisa menyebabkan kematian dan kepunahan pada hutan mangrove. ”Kalau tingkat sedimentasi kan tergantung dari hulu,” katanya.

Sementara itu, Peneliti Sosial Ekonomi atau Perubahan Iklim di Litbang Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) Deden mengatakan, mangrove sangat berfungsi saat terjadi proses sedimentasi. Tingkat sedimentasi dari hulu, bisa menyebabkan pendangkalan di hilir. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pertumbuhan mangrove di Jakarta. ”Ya, tingkatnya tentu tidak bisa overload. Karena bisa menyebabkan mangrove mati,” katanya.

Pemanfaatan hutan magrove di Teluk Jakarta, menurutnya bisa digunakan untuk ruang publik. Seperti salah satunya pengelolaan di Pantai Indah Kapuk, untuk ekowisata hingga fungsi jogging trek.

”Untuk menjaga hutan magrove itu tidak sulit, masyarakat harus sadar fungsi hutan mangrove itu sendiri. Kalau tidak peduli, pasti akan merugikan mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara ekonomi hutan magrove memiliki potensi yang besar. Dari pengembangan potensi di bidang perikanan hingga pengelolaan alternatif di bidang makanan. (nas)

 

sumber:  Reklamasi di Teluk Utara Jakarta Sumbang Kerusakan Ekosistem Mangrove

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Dec
16

16.12.2019 - 31.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Dec
18

18.12.2019 - 24.01.2020

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR