Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Bogor (23/05). Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar) sukses menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) penajaman komponen Ocean Health Index (OHI) pada Kamis (23/05) lalu di The Sahira Hotel, Bogor. Rakor yang dipimpin oleh Dr. Sahat M. Panggabean, Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim, dihadiri oleh lintas instansi terkait, salah satunya ialah Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) yang diwakili oleh Dr. Teja Arief Wibawa (Peneliti BROL) sekaligus menjadi narasumber yang mempresentasikan materi lesson and learn penyusunan OHI Bali.

Rakor dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa rakor ini merupakan salah satu bentuk dari persiapan penyusunan OHI+ Indonesia, sebagai salah satu indikator kinerja utama (IKU) Kedeputian Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kemenkomar.

Peserta rakor berasal dari lingkup Kemenkomar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Conservation International Indonesia (CII), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Selain narasumber dari BROL, hadir beberapa narasumber lain dengan berbagai materi tentang OHI, yaitu: Dr. Niken F Gusmawati (Pusat Riset Kelautan, KKP);  Dr. Luky Andrianto dan Prof. Dr. Dietrich G. Bengen (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB); serta,  Dr. Victor P.H. Nikijuluw (Conservation International Indonesia). 

Paparan diawali oleh Dr. Niken yang memaparkan hasil perhitungan OHI di Teluk Jakarta serta rencana pelaksanaan asesmen OHI pada tahun anggaran 2020 di Pusriskel. Paparan selanjutnya dilakukan oleh Dr. Viktor P.H. Nikijuluw tentang konsep perhitungan present status, trend, resilience, dan pressure pada setiap goal OHI, dan perlunya penyusunan OHI+ Indonesia yang berbasis pada data-data lokal Indonesia. Dr. Luky Andrianto memaparkan tentang konsep perhitungan OHI berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dan rencana aksi implementasi hasil perhitungan OHI pada level nasional setelah OHI disepakati sebagai instrumen untuk asesmen kondisi pesisir dan laut suatu wilayah. 

Prof Dr. Dietrich G. Bengen memberikan masukan agar basis kewilayahan perhitungan OHI+ Indonesia berdasar pada karakteristik pulau-pulau yang ada di Indonesia, serta memberikan alternatif jenis-jenis data yang dapat digunakan dalam perhitungan setiap goal OHI. Sedangkan peneliti BROL, Dr. Teja Arief Wibawa memaparkan tentang pengalaman penyusunan OHI+ Bali, termasuk diantaranya bagaimana proses pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan persamaan untuk perhitungan present status, serta R programming dan github sebagai alat untuk berkomunikasi dan supervisi proses perhitungan OHI+ dengan para ilmuwan di tim OHI Amerika.

“Rakor berjalan lancar dan diakhiri dengan rekomendasi antara lain pembentukan kelompok kerja (pokja) berdasarkan surat keputusan dari Kemenkomar untuk menyelesaikan perhitungan OHI+ Indonesia sebelum akhir tahun 2019, serta penggunaan istilah Indeks Kesehatan Lingkungan Indonesia (IKLI) sebagai pengganti penggunaan istiah OHI”, kata Dr. Teja.

 

Berita terkait OHI lainnya:

http://bpol.litbang.kkp.go.id/27-berita-penelitian/173-kerjasama-bpol-dengan-ci-indonesia-dalam-membangun-tata-kelola-kelautan-khususnya-penetapan-ocean-health-index-di-laut-bali

http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/199-pertemuan-upt-lingkup-kkp-provinsi-bali-tingkatkan-sinergitas-dan-kerja-sama

http://bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/378-kontribusi-brol-untuk-kesehatan-laut-bali

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM