Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Madagaskar (04/05). Training Workshop on Improving Knowledge for Research on Blue Carbon in the Western Indian Ocean, Focus on Seagrass and Mangrove Ecosystem diselenggarakan oleh The Institut Halieutique et des Sciences Marines (IH.SM) pada tanggal 29 April hingga 04 Mei 2019 di ruang konferensi kampus IH.SM, University of Toliara, Republik Madagaskar. Kegiatan yang didanai oleh Indian Ocean Rim Association (IORA) ini dihadiri oleh 10 (sepuluh) peserta dari perwakilan negara-negara anggota regional Samudera Hindia bagian Barat, diantaranya Bangladesh, Comoro, Indonesia, Iran, Malaysia, Mauritius, Somalia, Srilanka, Thailand, dan Madagaskar. Turut hadir para dosen dan mahasiswa IH.SM serta para pemerhati ekosistem pesisir di Madagaskar. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Sekretariat IORA, IH.SM, dan CSIRO Australia.

Workshop diselenggarakan dengan beberapa tujuan: meningkatkan pemahaman negara-negara regional Samudera Hindia tentang ekosistem pesisir dan estimasi blue carbon: tantangan, strategi dan metodologi, serta sustainable management plan; meningkatkan pemahaman prinsip blue economy dan konsep blue carbon dalam mendukung blue economy; meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sistem data dan informasi wilayah laut dan pesisir; serta membangun jejaring kerja sama antar negara-negara regional Samudera Hindia untuk pertukaran informasi dan pembelajaran mengenai blue carbon dan blue economy.

Training workshop yang dilaksanakan selama lima hari ini dibagi menjadi 3 (tiga) sesi utama, yaitu:

  1. Sesi kelas (lectures): paparan mengenai countries experience dan pemberian materi dari narasumber;
  2. Sesi lapangan (fieldwork): demonstrasi pengambilan sampel sedimen dan kunjungan ke lokasi program konservasi dan restorasi ekosistem pesisir berbasis pada masyarakat di Provinsi Toliara, Madagaskar; dan 
  3. Sesi laboratorium (labwork): penanganan sampel dan analisis data.

Pada kesempatan ini, Peneliti BROL, Nuryani Widagti, S.Hut., M.Si., selaku satu-satunya perwakilan dari Indonesia berbagi informasi tentang fakta blue carbon di Indonesia, baik dari segi sains (hasil blue carbon assessment) maupun kebijakan serta bagaimana Indonesia telah berupaya untuk memasukkan kelautan menjadi salah satu sektor yang dipertimbangkan sebagai pemberi kontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Tak hanya itu, Nuryani juga memberikan informasi dimana saja lokasi assessment blue carbon di Indonesia serta metode yang digunakan. 

Nuryani mengatakan bahwa Ekosistem lamun dan mangrove memiliki peran yang sangat besar dalam carbon sequestration. Sayangnya, kedua ekosistem tersebut berada dalam kondisi terancam di sebagian besar negara-negara regional Samudera Hindia. Informasi mengenai ekosistem lamun belum terdokumentasi dengan baik, tidak seperti ekosistem mangrove yang telah banyak terpublikasi. Padahal, informasi tentang carbon sequestration pada lamun akan berkontribusi terhadap upaya konservasi ekosistem tersebut dan juga pada upaya mitigasi dampak perubahan iklim, ketahanan pangan, serta pembangunan ekonomi (blue economy) di wilayah pesisir. Beberapa negara regional Samudera Hindia memiliki kondisi yang serupa, sehingga diperlukan jejaring kerja sama untuk pertukaran informasi dan pembelajaran diantara negara-negara tersebut.

Sesi kelas dalam workshop ini dimulai dengan overview mengenai blue economy oleh Dr. Andy Steven, Research Director CSIRO Australia. Beberapa materi dan narasumber lain ialah: 

  1. Blue Carbon Globally and in The Indian Ocean oleh Dr. Mat Vanderklift (CSIRO Australia);
  2. Mangrove Ecosystem oleh Dr. Daniel Gorman (CSIRO Australia);
  3. Mangrove and Blue Carbon Management in Madagascar oleh Dr. Lalao Aigrette Cicelin (Blue Venture Madagascar);
  4. Management of National Oceanography Data Center of Madagascar oleh Dr. John Bemiasa (University of Toliara, Madagascar);
  5. Ocean Remote Sensing oleh Aina Ledon (University of Toliara, Madagascar); dan,
  6. Carbon Measurement and Accumulation Rate oleh Dr. Anna Lafratta (Edith Cowan University, Australia)

Sementara itu, sesi fieldwork dan labwork dimulai dengan paparan oleh Dr. Anna Lafratta. Materi yang diberikan terdiri dari berbagai metode yang dapat diaplikasikan untuk pengukuran karbon dan accumulation rate, khususnya pada sedimen lamun, baik metode pengambilan sampel di lapangan, analisis sampel di laboratorium, dan juga analisis penghitungan karbon. Dr. Anna juga menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan sebelum dan pada saat pengambilan sampel sedimen lamun. Hasil sampel ini kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis keesokan harinya untuk mengetahui jumlah kandungan karbon dan accumulation rate sedimen lamun. 

Selain pengambilan sampel sedimen, panitia penyelenggara mengajak para peserta meninjau program restorasi ekosistem lamun di Teluk Ranobe serta aktivitas budidaya rumput laut dan teripang berbasis pada masyarakat di Desa Andrevo. Diakhir fieldtrip, panitia menghadiahi para peserta untuk sightseeing di Reniala Park, mengenal flora dan fauna endemik Madagaskar.

Dalam training workshop ini disepakati beberapa rekomendasi tindak lanjut, diantaranya: 

  1. Pengembangan platform untuk pengelolaan data blue carbon di negara-negara di wilayah Barat Samudera Hindia (Western Indian Ocean);
  2. IORA sedang mengembangkan data center di India yang dapat dimanfaatkan sebagai platform untuk blue carbon data management;
  3. Penyusunan pedoman singkat mengenai metode penginderaan jauh untuk ekosistem pesisir yang dapat dipedomani oleh negara-negara di wilayah Barat Samudera Hindia (Western Indian Ocean); serta,
  4. Sekretariat IORA mendorong negara-negara peserta training workshop untuk mengajukan proposal kegiatan workshop serupa dengan yang dilaksanakan di Madagaskar dengan topik-topik beragam. Indonesia disarankan untuk mengangkat isu mengenai marine debris, disamping isu blue carbon dan blue economy.

 

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM