Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Ekosistem blue carbon memberikan kontribusi yang signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim dan berbagai manfaat tambahan bagi lingkungan. Di Indonesia sendiri riset blue carbon telah banyak dilaksanakan oleh lintas sektoral.  Mengingat pentingnya kontribusi blue carbon diperlukan makin banyak penelitian mengenai blue carbon untuk memenuhi target dalam agenda pembangunan global terutama terkait dengan mitigasi perubahan iklim.

 Dengan latar belakang tersebut,  dilaksanakan Indonesia & Australia Workshop on Blue Carbon Technical Scoping bertempat di Coral Triangle Centre, Sanur Bali selama 2 (dua) hari pada 14-15 Februari 2019. Acara ini diselenggarakan oleh The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) dengan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) sebagai co-host. Peserta berjumlah 40 orang dengan berbagai institusi dan latar belakang, yaitu CSIRO sendiri, KKP, BAPENAS, LAPAN, Universitas Nusa Cendana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi dan NGO (CI, CTC, WRI).

Acara dibuka oleh Kepala BROL, Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc. Dalam sambutannya beliau berharap adanya acara ini dapat menjadi wadah bagi para stakeholder untuk saling mendukung dan berbagi informasi terkait aktivitas penelitian di bidang blue carbon yang telah dilaksanakan masing – masing instansi. Dalam acara ini, Kepala BROL juga sekaligus memperkenalkan salah satu produk terbaru BROL yaitu Sistem Prediksi Kelautan (SIDIK).

Matt Vanderklift, CSIRO menjelaskan tentang program riset carbon dari CSIRO. Program tersebut merupakan salah satu agenda kerja sama Australia Indonesia di bidang Kelautan (Maritime Plan of Action) di tahun 2018. Prioritas program tersebut meliputi kolaborasi dalam ilmu kelautan dan teknologi dengan fokus pada manajemen sumberdaya kelautan dan blue carbon yang berkelanjutan. Bentuk dukungan CSIRO meliputi dua lingkup yaitu kebijakan dan science. Dalam programnya, CSIRO juga menyediakan fellowship bagi para peneliti Indonesia yang melaksanakan riset karbon. Tema program meliputi mapping, carbon stock and flux serta ecosystem services.

Beberapa presentasi dipaparkan oleh masing – masing institusi. Andreas A. Hutahaean dari Kemenkomar menjelaskan perjalanan riset karbon yang telah dilakukan institusi seperti KKP, Kemenkomar, LIPI maupun Kemenristek. Sementara kebijakan politik blue carbon di Indonesia disampaikan Wildan Kautsar dari Bapenas. Peneliti  BROL, Dr. Frida Sidik menjelaskan riset blue carbon yang telah dilaksanakan di BROL. Hasil riset blue carbon lainnya juga disampaikan oleh berbagai institusi antara lain Pusriskel - KKP, LIPI, LAPAN, pihak Perguruan Tinggi dan NGO serta pengalaman riset blue carbon dari CSIRO sendiri.

Beberapa rekomendasi dari workshop ini adalah area prioritas untuk Indonesia, aktivitas mapping, aktivitas Carbon Stock dan Flux, dan aktivitas ecosystem services. Sebagai salah satu tindak lanjut dari workshop ini adalah penyusunan draft kerja sama antara BROL dengan CSIRO untuk mendukung riset blue carbon di Indonesia.

Agenda Kegiatan

Jul
15

15.07.2019 - 31.07.2019

Jun
17

17.06.2019 - 30.07.2019

Jun
17

17.06.2019 - 26.07.2019

Jun
17

17.06.2019 - 24.07.2019

Jun
17

17.06.2019 - 26.07.2019

Jun
17

17.06.2019 - 26.07.2019

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM