Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Perancak (03/01). Awal tahun 2019, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) telah menerima sebanyak tujuh belas mahasiswa/i magang dari ragam perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung hingga satu atau dua bulan kedepan. Meski berbeda topik kegiatan magang, tak jarang mereka mendapatkan topik tambahan yang sama terkait dengan kegiatan riset dan observasi laut yang tengah dilakukan oleh BROL.

Kamis (03/01) lalu, para mahasiswa tersebut mendapatkan kelas tambahan dari tim ahli laboratorium observasi dan pemodelan laut BROL. Kelas ini digelar di halaman Gedung Instrumentasi Kelautan BROL dalam rangka berbagi ilmu dan mengenalkan coastal buoy sebagai salah satu alat pengukur parameter oseanografi di lapangan dengan data yang near realtime. Pengelolaan coastal buoy berada di bawah Laboratorium Oseanografi dan Pemodelan Laut BROL.

Coastal buoy memiliki sensor guna mengukur dan memantau kondisi fisik laut, seperti temperatur, konduktivitas, klorofil-a, dan kandungan oksigen terlarut. Data yang terekam pada sensor akan terkirim dengan interval 15 menit ke server cloud data melalui jaringan GSM dan satelit. Data tersebut menjadi baseline pada portal Oceanic Hydro Monitoring System Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beberapa data juga dapat diunduh pada laman SIDIK BROL (bpol.litbang.kkp.go.id/sidik). Saat ini, coastal buoy tersebar di perairan Indonesia, beberapa diantaranya ialah di perairan Bali dan Sulawesi Utara. 

“Sistem alat observasi laut menggunakan coastal buoy ini menyediakan prediksi pasang surut di beberapa lokasi perairan Indonesia. Manfaat yang diharapkan berupa adanya peningkatan pemahaman kondisi fisik laut dari pelaku kegiatan di bidang kelautan dan perikanan serta para pemangku kebijakan. Pemahaman ini diperoleh dari informasi kondisi laut yang berbasis near realtime dan berdasar data pengukuran langsung. Kegiatan dan kebijakan di bidang kelautan dan perikanan diharapkan akan lebih baik dengan tersedianya data dan informasi terbaru yang akurat. Kedepannya, data dari coastal buoy ini digunakan juga untuk validasi pemodelan laut yang akan mendukung pembuatan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) manakala data citra satelit tidak tersedia karena tutupan awan”, terang Teguh Agustiadi, S.T., Kepala Laboratorium Oseanografi dan Pemodelan Laut.  

“Hingga 2018, masih terdapat kendala yang dihadapi dalam proses pengumpulan data, diantaranya sensor yang tidak selalu dalam kondisi baik, bahkan vandalisme oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perawatan rutin terus dilakukan sebagai upaya penyediaan data untuk keberlangsungan dan perkembangan penelitian di bidang observasi laut”, tambahnya. 

“Saya merasa beruntung mengikuti kelas ini. Meskipun topik utama saya di bidang penginderaan jauh laut, namun, kelas ini memberikan pengkayaan ilmu bagi saya. Selain menjelaskan manfaat coastal buoy untuk perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan konservasi perairan, kami juga diberikan kesempatan untuk melihat komponen-komponen penyusun dari satu gugusan perangkat alat tersebut”, ungkap Farrel Nafis Adyatama, Mahasiswa magang asal Universitas Gadjah Mada saat kelas berakhir. 

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR