Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Bogor (18/12). Sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan merupakan salah satu modal bagi kemakmuran bangsa. Kajian terhadap potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk pengelolaan yang lebih baik, terutama kajian terhadap stok ikan. Kajian stok ikan berperan penting dalam menghadirkan informasi status perikanan di Indonesia.

Selasa (18/12) lalu, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) diwakili oleh Dr. I Nyoman Radiarta (Kepala) dan Dr. Teja Arief Wibawa (Peneliti) hadir dalam sidang tahunan Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) yang diselenggarakan di Hotel Grand Savero, Bogor.

Sidang tersebut juga dihadiri oleh anggota Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan,  peneliti dari Pusat Riset Perikanan, serta Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan (BRPPUPP). Sesi pertama sidang membahas tentang pengkajian stok ikan di Perairan Umum Daratan (PUD), penetapan PUD, protokol Kajiskan Indonesia, serta panel ilmiah Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Sesi kedua membahas pemodelan perikanan, neraca ekonomi sumber daya ikan, dan evaluasi konsep WPP.

Dr. Teja Arief Wibawa mempresentasikan paparan bertajuk “Pemodelan Perikanan: Dukungan Untuk Pengkajian Stok Ikan” pada sesi kedua. Salah satu isi dalam paparan tersebut ialah model dinamika populasi spasial (SEAPODYM) dan model habitat ikan. 

“Banyak masukan dalam sesi pemaparan tadi, salah satunya terkait dengan Overestimated biomass yang di prediksi oleh SEAPODYM karena tidak adanya 1/3 data geo-referenced catch. Sebelumnya, isu ini telah diakomodir dalam satu publikasi ilmiah di tahun 2017, yang mengindikasikan bahwa kekurangan data tersebut sebagian besar berasal dari Indonesia”, ungkap Dr. Teja.

“Pengembangan alternatif untuk pemodelan ini akan terus dilakukan kedepannya, termasuk melakukan pemodelan dengan pendekatan global, dan menghitung biomass di setiap WPP berdasarkan jumlah biomass dalam batasan WPP tersebut agar aplikasi SEAPODYM memungkinkan untuk diterapkan di setiap WPP yang ada”, tambahnya. 

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR