Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Perancak (09/01). Bright Characters Building (BCB) merupakan rangkaian proses penerimaan calon peserta didik baru di Monarch Cruise Line and Hospitality Training Centre, Bali. Tahun akademik 2018/2019, Monarch menerima peserta didik angkatan ke-XII. Mangrove Clean Up menjadi salah satu kegiatan inti dari BCB 2019. 

Rabu (09/01) lalu, dua puluh orang peserta didik Monarch Bali kampus Negara didampingi para staf pengajar dan pegawai BROL telah sukses melakukan Mangrove Clean Up di wilayah mangrove milik Balai Riset dan Observasi Laut (BROL). Kegiatan diawali dengan sosialisasi teknik rehabilitasi dan upaya pengenalan restorasi ekosistem mangrove oleh Dr. Denny Wijaya Kusuma, M.Si. (Peneliti BROL) di Aula Gedung Observasi Laut Nasional. 

“Kegiatan ini adalah suasana baru bagi kami. Semoga aksi cinta lingkungan seperti ini mampu menambah wawasan peserta didik dan mereka bisa menerapkannya di kemudian hari. Tentunya, ini menjadi wadah refleksi juga bagi kami bahwa sampah di wilayah pesisir dan laut harus kita kontrol bersama”, ungkap I Gusti Ketut Astika, Asisten Direktur Monarch. 

“Pengalaman dari peserta didik kami yang pesiar, pernah menemukan sampah plastik mengapung di samudra. Sampah tersebut dapat berasal dari darat dan terbawa hingga ke lautan atau memang dibuang langsung di lautan. Ini juga menjadi perhatian bagi kami, karena kalau bukan dari kita yang mengendalikannya, lalu siapa lagi?”, tambahnya.  

Secara teknis di lapangan, para peserta Mangrove Clean Up kali ini dibagi menjadi dua kelompok. Tak hanya peserta didik Monarch saja, tujuh belas mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan magang di BROL juga turut berpartisipasi menjadi peserta. Mereka berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Trunojoyo Madura, dan Universitas Udayana. 

 “Sampah yang dikumpulkan hanya sampah anorganik (non-biodegradable), karena keberadaannya lebih membahayakan ekosistem, terlebih jika terendap di ekosistem pesisir ataupun terbawa ke lautan. Dari kegiatan ini, banyak peserta heran dan menyesalkan mengapa banyak sekali sampah plastik ditemukan di hutan mangrove. Pada saat air pasang, area mangrove di sini acap kali mendapat kiriman sampah yang terbawa aliran sungai Air Kuning atau Samblong  dan sampah tersebut nyangkut di akar mangrove”, kata Afriza Aziz, koordinator lapangan.

Mangrove Clean Up kali ini, berhasil membersihkan sampah anorganik sebanyak 451 Kg, terdiri dari sampah plastik, botol, styrofoam, dan karet. Secara umum, sampah tersebut berasal dari limbah rumah tangga. Dengan demikian, para peserta kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan untuk meneruskan himbauan bijak mengelola sampah kepada khalayak umum, dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sampah anorganik dalam kegiatan sehari-hari, dan dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga”, tambahnya. 

 

Agenda Kegiatan

Jul
23

23.07.2019 - 31.01.2020

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Sep
23

23.09.2019 - 31.10.2019

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

GOL KPK

LAPOR