Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Perancak (15/11). Penangkapan Ikan ilegal menjadi lawan yang harus dimusnahkan. Tahun ke tahun, pola penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia selalu beragam. Langkah antisipasi pun beragam dicanangkan untuk terus berupaya menumpasnya. Penangkapan ikan ilegal telah menjadi musuh bangsa. Para pemangku kepentingan pun tak tinggal diam, saling sinergi demi kedaulatan bangsa. 

Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) sebagai institusi riset kelautan di Indonesia memiliki sumber daya yang mampu menyokong upaya pemberantasan penangkapan ilegal di perairan Indonesia. Analisis dan akses data dari BROL dapat dikembangkan untuk kepentingan tersebut. 

Kamis (15/11) BROL sepakat kerja sama dengan Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Bertempat di Ruang Rapat lantai II Gedung utama BROL, Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengembangan Pesawat Terbang Tanpa Awak LAPAN Surveillance UAV untuk Pemantauan Illegal Fishing dan Identifikasi Lokasi untuk Daerah Operasi Pesawat N219 Amphibi secara resmi telah ditandatangani. 

Dua riset yang akan dikembangkan ini bertujuan untuk mensinergikan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak dalam upaya memberantas penangkapan ilegal di perairan Indonesia, terutama perairan Laut Arafura dan Laut Natuna. 

“Ada dua topik kerja sama yang kami lakukan, pertama mengenai penangkapan ikan ilegal dan kedua mengenai N219 Amphibi. Terkait penangkapan ikan ilegal, tujuan utamanya ialah rancang bangun prototipe pesawat tanpa awak seri LSUO3 (berbasis serat alam) untuk pemantauan terduga illegal fishing sedangkan satunya lagi ialah untuk identifikasi lokasi terpilih daerah operasi Pesawat N219 Amphibi dari aspek oseanografi”, ungkap Edi Sutanta, S.Sos., Person In Charge (PIC) kerja sama pihak LAPAN.

“Nantinya, pesawat tanpa awak akan diterbangkan bersama dengan kapal patroli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat tersebut memiliki sensor dan akan terbang miring untuk memotret lambung kapal terduga pelaku penangkapan ikan ilegal”, tambahnya. 

“Kali ini, LAPAN kembali menjadi mitra kerja sama kami. Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar sesuai dengan target yang diharapkan. Mohon dukungannya karena riset ini sangat penting untuk memberantas penangkapan ikan ilegal di Indonesia”, ujar I Nyoman Radiarta, Kepala BROL.

“Para peneliti kami akan segera melakukan inventarisasi terhadap data dukung yang diperlukan karena beberapa data yang dibutuhkan merupakan data atmospheric”, tambahnya.

 

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM