Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Pengambengan (10/10). Laut Nusantara, aplikasi berbasis android yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) bersama dengan PT. XL Axiata Tbk merupakan aplikasi yang ditujukan untuk mendukung aktifitas kenelayanan dalam memperoleh akses informasi yang cepat, tepat, dan murah. Melalui aplikasi ini, nelayan Indonesia disiapkan untuk memasuki era digital dalam aktifitas kenelayanannya dan dapat meningkatkan hasil tangkapannya. Informasi berupa Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) menjadi informasi utama yang disuguhkan aplikasi ini. 

Rabu (10/10) bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia) didampingi Sjarief Widjaja (Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan-KKP RI), I Putu Artha (Bupati Kabupaten Jembrana) beserta wakil, I Nyoman Radiarta (Kepala BROL) dan Siti Siswandari (Head of Social and Innovation Project PT. XL Axiata Tbk) secara resmi dan simbolis meluncurkan aplikasi Laut Nusantara di hadapan ratusan nelayan Pengambengan. Susi Pudjiastusi memberikan 3 perangkat aplikasi Laut Nusantara secara simbolis kepada perwakilan nelayan dan menorehkan tanda tangannya ke buku saku Laut Nusantara. Sebelumnya, sejumlah 150 nelayan di Kabupaten Jembrana dari Perancak, Air Kuning, dan Pengambengan telah menerima distribusi dan sosialisasi aplikasi Laut Nusantara tersebut.

Pada kunjungan kali ini, Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) berkesempatan meninjau aktifitas bongkar muat ikan di PPN Pengambengan, juga menyapa para nelayan dan memberikan motivasi agar nelayan selalu semangat dalam beraktifitas. Di sela kegiatan, Ibu Menteri KP dengan gesit juga menyambangi salah satu kapal nelayan dan melihat ikan yang didapat. Nelayan juga berkesempatan memberikan aspirasinya secara langsung kepada Ibu Menteri KP. 

"Saya senang bisa ketemu Ibu Susi. Tadi saya juga sempat menyampaikan beberapa aspirasi kepada beliau. Alhamdulillah, makin kesini kondisi makin membaik. Ikan juga sudah mulai banyak sekarang”, ungkap Wayan, nelayan Pengambengan.  

“Ini kunjungan ketiga saya kesini. Saya senang berada disini, kapal nelayannya menarik. Saya berharap, semoga nelayan disini bisa terus semangat dalam menangkap ikan, terlebih dengan adanya aplikasi Laut Nusantara yang friendly ini. Tak lupa juga saya dorong pihak kabupaten untuk bisa terus berupaya memberikan kemudahan kepada nelayan. Saya melihat makin kesini aktifitas nelayan makin membaik. Semoga kedepan lebih baik lagi. Terlebih nanti jika Politeknik KP Jembrana sudah beroperasi, Jembrana punya banyak sumber daya manusia yang berkompeten di bidang KP”, imbuh Susi Pudjiastuti. 

“Kami sejak 2014 telah melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) untuk nelayan. Komitmen kami salah satunya ialah untuk masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Kedepannya, kami akan terus berupaya memantapkan kegiatan-kegiatan sejenis” tutur Siti Siswandari. 

Selain peluncuran aplikasi Laut Nusantara, Susi Pudjiastuti juga meluncurkan Wakatobi AIS (Automatic Identification System), alat hasil perekayasaan dari Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi untuk meningkatkan keselamatan nelayan, dan memberikan simbolisasi bantuan beasiswa kepada 36 taruna Poltek KP Jembrana kategori anak pelaku utama, masing-masing sebesar 6 juta rupiah. 

"Cintai laut, jaga laut, rawat laut, karena laut adalah masa depan kita", ungkap Susi Pudjiastuti di akhir kegiatan. 

 

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM