Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Perancak (30/08). Gelaran Inovasi Bahari menjadi momentum bersejarah bagi perjalanan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) yang sudah menginjak usia 13 tahun. Ragam produk dan inovasi riset akan terus dihasilkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain peluncuran Sistem Prediksi Kelautan (SIDIK) dan Aplikasi Laut Nusantara, Inovasi Bahari juga menjadi penanda telah diaktifkannya Bali Radar Satelit. 

Stasiun bumi Bali Radar Satelit yang berlokasi di Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Perancak, Bali, merupakan satu-satunya stasiun bumi di Indonesia yang dapat menerima downlink langsung data RADARSAT-2 dan COSMO-SKYMED. Proses tersebut memungkinkan keberadaan kapal-kapal pelaku Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing diketahui secara real-time, sehingga dapat segera ditindak lanjuti dengan upaya penangkapan. Pengaktifan stasiun bumi ini menjadi momentum sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Aplikasi pemanfaatan data radar untuk IUU Fishing (maritime) yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan satu-satunya yang ada di Asia. Keberadaan data satelit radar ini dapat dimanfaatkan secara langsung oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Ditjen P2SDKP), Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115), BAKAMLA, TNI AL, Bea Cukai, serta POLAIRUD – POLRI.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membuat terobosan dalam memerangi praktik IUU Fishing dan menjaga kedaulatan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia. Terobosan dan strategi tersebut adalah dengan cara pemutakhiran atau modernisasi peralatan-peralatan pengawasan beserta infrastruktur pendukungnya di bawah wewenang Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui pengawasan secara tepat guna dan tepat sasaran. Dalam melakukan pengawasan diperlukan solusi terintegrasi dengan menggabungkan beberapa teknologi Monitoring, Controlling and Surveillance (MCS) agar operasi IUU Fishing dapat dilakukan secara optimal. Langkah strategis dengan membangun sarana pengawasan secara komprehensif melalui pemanfaatan data satelit radar merupakan jawaban atas tantangan pemberantasan IUU Fishing di laut nusantara. Integrasi antara Vessel Monitoring Systems (VMS) dengan satelit radar memberikan hasil yang lebih baik, karena kapal yang tidak terpantau oleh VMS dapat diketahui keberadaannya. Kapal-kapal perikanan yang tidak mengaktifkan transmitter VMS dapat ditindak, meskipun sebetulnya masih tetap dapat terpantau oleh satelit radar.

“Dalam konteks kedaulatan Negara Republik Indonesia, masalah IUU Fishing yang terjadi di perairan Indonesia merupakan suatu ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan Indonesia, khususnya keamanan laut nusantara. Aktifnya Bali Radar Satelit ini diharapkan mampu menjadi upaya yang dapat memberantas hal tersebut”, ungkap I Nyoman Radiarta, Kepala BROL.  

 

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM