Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Perancak (16/04). Peringatan Hari Bumi BROL 2018 diawali dengan kegiatan Kelas Lestari. Kelas edukasi yang berlangsung pada hari Senin (16/04) lalu ini diikuti oleh 50 orang pelajar yang berasal dari 25 sekolah menengah atas/sederajat se-Kabupaten Jembrana, 30 orang masyarakat desa Perancak, dan 20 orang pegawai BROL. 

Kelas lestari menghadirkan 3 (tiga) orang “guru” yakni Agung Yunanto (Peneliti Mikroplastik BROL) dengan materi yang disampaikan adalah “Mengenal Sampah Plastik”; Hanggar Prasetio (GIS Ridge to Reef Coordinator di Conservation International Indonesia) menyampaikan “Invansi Mangrove Bin”; serta Anom Astika Jaya (Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih) memberikan edukasi tentang  “Konservasi Jenis Penyu”. 

Selama kelas berlangsung, para peserta sangat tidak dianjurkan membawa makanan dan minuman berkemasan plastik sekali pakai. Peserta wajib membawa tumbler dan panitia menyediakan makanan berbungkus daun pisang. Hal tersebut merupakan salah satu langkah kecil dalam upaya memerangi sampah plastik yang bahayanya kian mengancam.

Kelas mengenal sampah plastik bersama Agung Yunanto

“Sampah plastik yang berasal dari kita, akan masuk ke laut. Perlu waktu yang sangat lama bagi laut untuk dapat mengurainya. Pun terurai, sampah plastik tidak hilang begitu saja, ia berubah menjadi mikroplastik dan atau nanoplastik yang sangat berbahaya karena ukurannya tak kasat mata dan jika termakan oleh ikan, maka ancaman bahayanya akan balik ke manusia juga”, tukas Agung saat paparannya.

Sampah dari darat memang membahayakan. Hanya diri sendiri yang mampu mengatasinya, dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan memilahnya. Sampah an-organik bisa didaur ulang menjadi barang multifungsi sementara sampah organik harus dikubur agar terurai menjadi pupuk alami. 

Kelas invensi mangrove bin bersama Hanggar Prasetio

“Sampah yang berasal dari darat, baik plastik atau bukan, ujung-ujungnya pasti ke laut, terbawa arus, terus nyangkut di perakaran mangrove. Nah, Mangrove Bin ini diharapkan mampu menjadi filter pertama agar sampah dari mangrove tidak masuk ke laut”, imbuh Hanggar di akhir paparannya. 

Kelas konservasi jenis penyu bersama Anom Astika Jaya

“Penyu menjadi salah satu hewan laut yang sering menderita akibat sampah dari manusia, terutama sampah plastik. Terlebih ada beberapa spesies penyu yang masuk kategori terancam punah, saya khawatir sampah plastik akan mempercepat kepunahan tersebut. Maka dari itu, kita harus benar-benar peduli dan ambil aksi untuk hal ini”, pesan Anom saat mengajak para peserta mengelilingi kawasan konservasi penyu milik kelompoknya.

Foto bersama usai Kelas Lestari

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM