Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Tuna

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang

Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru

Perancak (20/2). Tetsuo Yanagi Sensei, seorang profesor emeretus dari Kyushu University, Jepang, pada tanggal 20 Februari 2018 mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) dalam rangka memperkenalkan konsep Sato-Umi yang beliau kembangkan. Selain dosen, beliau juga merupakan principle investigator pada International Center for Environmental Management of Enclosed Coastal Seas (EMECS).  Kunjungan tersebut dikemas menjadi suatu seminar yang mengundang para mitra BROL baik dari internal Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ada di Bali, maupun mitra lainnya seperti UPT BMKG Negara, Universitas Mulawarman, dan juga LSM yang bergerak dibidang lingkungan. 

Acara yang bertempat di Aula Gedung Observasi Laut Nasional ini dihadiri oleh 63 orang. Acara diawali dengan pemutaran video profil BROL sebagai bentuk pengenalan kegiatan dan produk BROL secara visual. Penajaman untuk produk riset unggulan secara terpisah dipaparkan oleh Nuryani Widagti, M.Si selaku Plt. Kasi Pelayanan Teknis. Dalam paparannya disampaikan bahwa BROL mempunyai 6 produk unggulan, berupa Peta deteksi aktivitas IUU Fishing, Peta deteksi tumpahan minyak (oil spills), Peta daerah penangkapan ikan, dan kegiatan pemantauan ekosistem pesisir terutama mangrove dan terumbu karang. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Prof. Tetsuo Yanagi tentang konsep Sato Umi. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa ini merupakan konsep pembangunan dan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Sato Umi pertama kali dikembangkan di Jepang dan sudah mengglobal hingga saat ini dan sudah diterapkan di berbagai negara. Di Indonesia, konsep ini telah diujicobakan di pesisir Utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Konsep ini juga akan diperluas ke daerah Kampar, Anambas, Bantaeng, serta Tual. Sensei Yanagi juga menyampaikan bahwa Sato Umi mencakup Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) berbasis sistem bioresirkulasi untuk lahan tambak terbengkalai dan bertujuan untuk memperbaiki kondisi perairan serta meningkatkan produktivitas perairan. 

Dalam kesempatan tersebut, BROL menyampaikan siap berkolaborasi memberikan dukungan berupa sumber daya peneliti yang kompeten dalam kajian ekosistem pesisir. Ketersediaan data dan informasi kualitas air lingkungan laut dan pesisir juga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung implementasi IMTA di perairan Indonesia pada umumnya, dan khususnya di 5 (lima) daerah yang disebutkan di atas. Salah satu site Laboratorium Alam yang dikelola oleh BROL merupakan area tambak tidak produktif dan terbengkalai, sehingga sangat potensial dijadikan salah satu lokasi implementasi IMTA di Bali. 

Acara ini diakhiri dengan pemberian cendera mata kepada Prof. Yanagi Sensei dan peninjauan Gedung Pusat Layanan Publik BROL. Pada kesempatan tersebut, Prof. Yanagi juga memberikan testimoni tentang BROL dan pesan-pesan untuk para penelitinya.

Agenda Kegiatan

Penghargaan Pegawai

Twitter @kkpgoid

Frequently Asked Questions

Layanan Publik BPOL

Kegiatan Penelitian BPOL

Publikasi BPOL

Perpustakaan Online BPOL

Stop Korupsi

Whistleblowing System

INDESO Project

SEACORM